puisiku
Kamis, 14 November 2013
Ruang Rindu
Ketika cahaya matahari
Tak lagi bisa melukis pelangi
Pelangi yang berwarna-warni
Ketika gerimis
Mulai lagi mengiris
Hingga bumiku menangis
Kulihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Bulan sabit seperti senyummu
Tabur bintang serupa auramu
Kulukis wajahmu
Didalam rinduku yang biru
Kucari sosokmu
Dilembar-lembar mimpiku
Ingin segera kuakhiri
Segala kerinduan yang tak pasti ini
Tak lagi bisa melukis pelangi
Pelangi yang berwarna-warni
Ketika gerimis
Mulai lagi mengiris
Hingga bumiku menangis
Kulihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Bulan sabit seperti senyummu
Tabur bintang serupa auramu
Kulukis wajahmu
Didalam rinduku yang biru
Kucari sosokmu
Dilembar-lembar mimpiku
Ingin segera kuakhiri
Segala kerinduan yang tak pasti ini
by: eka paksi yudistira
mimpi tak bertepi
Mimpi Tak
Bertepi
Sendiri ku terpaku
Menatap langit yang kelabu
Tiada rembulan yang menerangiku
Hanya desah angin yang mendampingiku
Lamunku pun terusik
Karena merdunya suara jangkrik
Ingin ku tangisi
Namun semua tiada arti
Ingin ku berlari
Namun tak kuasa lagi
Aku hanya bermimpi
Kapankah mereka kembali
Hadir di dalam jiwaku
Seperti masa lalu
Masa yang telah berlalu
Karena tergilas oleh sombongnya sang waktu
By. Eka
Paksi Yudistira
Langganan:
Komentar (Atom)